Senin, 18 April 2011

Arbalest



Atau disebut juga Arblast adalah variasi terbaru senjata panah Eropa pada abad 12 M setelah Crossbow. 


Ukuran senjata Arbalest jauh lebih besar dari Crossbow, dan kekuatan tekanan yang lebih besar dari baja, dan keakuratannya bisa mencapai 300 m. Seorang arbalestier/arblaster handal dapat menembak dua panah per menit, karena untuk me-reload arbalest agar akurat dan daya kekuatannya yang tinggi diperlukan banyak sekali putaran.

Arbalest pertama kali disebutkan pada tahun 1100 M di The Anglo-Saxon Chronicles, catatan sejarah Saxon Inggris. Pada tahun 1622 M sejarawan Inggris Peter Heylyn menulis bahwa Richard the Lionheart, raja Inggris abad ke-12 "dibunuh oleh tembakan dari Arbalist." 

Kata Arbalest adalah salah satu dari banyak istilah Perancis yang masuk ke dalam bahasa Inggris, ketika Normandia menguasai Inggris setelah Pertempuran Hasting (1066 M), diadaptasi dari kata "arbaleste" dalam bahasa Perancis yang berasal dari kombinasi Latin "arcus" (yang berarti "busur") dan "ballista" ("mesin perang yang menembakkan anak panah besar").





.