Senin, 14 Maret 2011

Pasukan Immortal Persia


Immortal (dalam bahasa Indonesia yang berarti "Abadi") adalah nama yang diberikan untuk pasukan elit tentara Kerajaan Persia.


Pasukan Immortal mempunyai peran ganda, yaitu sebagai Imperial Guard dan sebagai tentara elit selama ekspansi Kerajaan Persia dan selama Perang Yunani-Persia.

Immortal merupakan jenis infantri kelas berat dan dipersenjatai berbagai macam senjata yang harus dibawanya ke setiap pertempuran seperti Perisai, tombak lempar, pisau belati, Busur dan panah. tetapi Baju zirah mereka dibuat lebih ringan untuk mempermudah mereka saat membawa dan menggunakan senjata-senjata tersebut.





Sesuai dengan namanya, pasukan Immortal merupakan musuh menakutkan bagi prajurit manapun dimasanya. Nama Immortal diambil karena jumlah pasukannya yang selalu berjumlah 10.000 dalam setiap perperangan. karena kebiasaan mereka mengganti personel tiap ada yang mati atau terluka dalam pertempuran, seperti yang digambarkan oleh Herodotus mengenai pasukan Immortal. Namun orang Persia sendiri menyebutnya dengan nama Anûšiya (sahabat) atau Anauša (Dewa).





Pasukan Immortal memainkan peran penting dalam penaklukan Cyrus the Great untuk Kekaisaran Neo-Babilonia di tahun 547 SM, penaklukan Cambyses melawan Mesir pada 525 SM, Invasi Darius the Great terhadap kerajaan kecil India di perbatasan barat (Punjab barat dan Sindh) dan Scythia tahun 520 SM dan 513 SM. 

Saat pertempuran Thermopylae 480 SM ketika Raja Xerxes melancarkan invasi besar-besaran ke Yunani namun kalah, karena saat itu Immortal yang diadu dengan Hoplite tidak mampu menyaingi ketahanan Hoplite yang memakai perisai besar dan baju zirah yang terbuat dari perunggu.





Pasukan Immortal pertama kali digunakan oleh bangsa Sassanid dari Iran (Pra-Persia) yang menyebut mereka dengan Zhayedan ​​(dalam bahasa Sassanid yang berarti Abadi) dan juga berjumlah 10.000 personel, namun bedanya mereka menggunakan tentara kavaleri, terutama dalam perannya hanya untuk mengamankan setiap terobosan dan digunakan di tiap pertempuran penting. 



Pasukan Immortal kembali digunakan oleh Kekaisaran Bizantium, di bawah Kaisar Michael VII (1071-1081). yang disebut juga pasukan "Tagmata" dan kabarnya juga berjumlah sekitar 10.000 personel.





Berabad-abad kemudian saat Perang Koalisi, Nepoleon menyebut tentara Perancis sebagai "Immortal".





dan terakhir digunakan dalam Tentara Iran modern di bawah pimpinan Shah terakhir yang mencakup relawan Javidan Guard, yang berbasis di Barak Lavizan di Teheran. Pada tahun 1978 kekuatan elit ini terdiri dari satu brigade 4000-5000 personel, termasuk satu batalion tank. Setelah menggulingkan rezim Imperial di tahun 1979 pasukan Immortal akhirnya dibubarkan.







.