Jumat, 06 Maret 2015

Little Boy dan Fat Man




Bulan Agustus 1945 M menjadi masa-masa yang menegangkan sekaligus menjadi akhir dari peristiwa Perang Dunia II.

Little Boy adalah nama bom atom yang diledakkan di atas kota Hiroshima, Jepang, pada 6 Agustus 1945. Bom ini merupakan senjata nuklir pertama yang digunakan dalam masa perang.

Pemboman Hiroshima diikuti tiga hari kemudian oleh pemboman Nagasaki, yang memaksa Jepang menyerah dan mengakhiri Perang Dunia II.

Pemboman Hiroshima dan Nagasaki menjadi topik kontroversi karena sebagian orang merasa hal tersebut tidak diperlukan sedangkan yang lain mendukung penggunaannya.

Seperti Fat Man, bom yang dijatuhkan di Nagasaki, Little Boy dikembangkan melalui Proyek Manhattan, proyek rahasia selama Perang Dunia II yang didedikasikan untuk menemukan rahasia bom atom sebelum Jerman melakukannya.




Little Boy merupakan sebuah bom uranium dan menjadi ledakan nuklir buatan manusia kedua dalam sejarah. Bom ini dijatuhkan dari Enola Gay, nama julukan pesawat pembom B-29 Superfortress, yang diambil dari nama ibu sang pilot.

Pada ketinggian 580 meter bom diledakkan menggunakan sistem peledakan gun-type yang pada dasarnya menembak batang uranium untuk memicu reaksi nuklir.

Dalam hitungan detik, awan gas super panas terbentuk di atas Hiroshima, diikuti oleh gelombang tekan yang amat kuat. Little Boy sebenarnya lebih lemah dari Fat Man, dengan kekuatan diperkirakan sekitar 15 kiloton TNT.

Namun demikian, efek kerusakan yang ditimbulkannya lebih dahsyat mengingat Hiroshima berada di dataran yang relatif datar, memungkinkan efek ledakan menyebar secara luas.

Diperkirakan 66.000 orang tewas akibat ledakan langsung. Banyak dari korban terbakar sepenuhnya hingga hanya meninggalkan bekas seperti bayangan pada bangunan dan jalan raya. Dalam minggu-minggu dan bulan-bulan berikutnya, banyak lagi korban tewas akibat luka-luka karena ledakan dan kebakaran.

Korban selamat juga mengalami berbagai masalah kesehatan akibat paparan radiasi dengan sekitar 60.000 orang tewas akibat bom di dekade berikutnya.

Penggunaan senjata nuklir di masa perang belum pernah terjadi sebelum Little Boy meledak di atas Hiroshima dan segera memicu diskusi global. 




Fat Man adalah nama sebuah bom atom milik Amerika Serikat yang dijatuhkan di kota Nagasaki, Jepang, pada tanggal 9 Agustus 1945. Enam hari kemudian, Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan secara efektif mengakhiri Perang Dunia II.

Penggunaan senjata atom dalam Perang Dunia II terus menjadi topik kontroversi, dengan sebagian orang berpendapat bahwa penggunaannya diperlukan serta sebagian yang lain menyatakan bahwa hal itu merupakan tindakan yang terlalu jauh.

Apapun pendapat orang, penggunaan bom atom pada masa itu akhirnya mengubah jalannya sejarah manusia.

Ledakan nuklir yang dihasilkan oleh Fat Man merupakan ledakan nuklir ketiga dan penggunaan senjata nuklir kedua dalam peperangan, didahului dengan pemboman Hiroshima tiga hari sebelumnya.

Fat Man memiliki daya ledak setara dengan 21 kiloton TNT, jumlah yang remeh bila dibandingkan dengan senjata nuklir modern, tetapi tetap dengan akibat sangat menghancurkan.

Asal-usul nama “Fat Man” masih menjadi diperdebatkan. Pencipta bom menyatakan bahwa bentuk bom mirip sosok seseorang yang berjongkok, menyerupai seorang pria gemuk duduk di kursi berlengan.

Sedangkan sebagian yang lain berpendapat nama bom ini diinspirasi oleh Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill yang memiliki perawakan besar dan berperan penting dalam PD II.



Apapun asal-usulnya, nama Fat Man sedari awal ditujukan sebagai kode nama sehingga tidak mudah dideteksi oleh musuh.

Fat Man diangkut oleh pesawat pembom B-29 yang dikenal sebagai Bockscar dan dijatuhkan dari ketinggian 550 meter di atas Nagasaki.

Fat Man termasuk dalam kategori “implosion-type device” yang berarti reaksi nuklir dihasilkan oleh pemicu yang meledak ke dalam, menekan inti plutonium untuk membuat ledakan nuklir.

Desain bom ini tidak konvensional dengan sebagian orang tidak yakin bahwa Fat Man akan berfungsi dengan baik.

Ketakutan ini terbukti tak beralasan. Dalam hitungan detik, Fat Man segera meledak, menewaskan langsung sekitar 45.000 orang dan menyebabkan ribuan lainnya tewas dalam minggu-minggu berikutnya karena luka yang diderita akibat ledakan dan kebakaran yang menghancurkan Nagasaki. Dalam setahun, jumlah korban tewas meningkat menjadi 80.000 orang akibat paparan ledakan.

Dalam dekade berikutnya, korban selamat dari bom, yang dikenal sebagai Hibakusha atau “orang yang terkena bom,” juga mengalami berbagai masalah kesehatan akibat paparan radiasi, mulai dari masalah kesuburan hingga kanker.



Melihat dampak kedua bom tersebut yang begitu mengerikan, banyak kritik terhadap penggunaan nuklir sebagai senjata. Banyak orang merasa senjata nuklir begitu dahsyat sehingga tidak boleh digunakan dalam masa perang.

Namun pada kenyataannya, penelitian senjata nuklir terus berlangsung hingga hari ini dengan bom nuklir modern memiliki kekuatan jauh lebih dahsyat dibandingkan Little Boy dan Fat Man.






sumber: 


  • http://www.amazine.co/25306/apa-itu-fat-man-fakta-sejarah-bom-atom-nagasaki/
  • http://www.amazine.co/25311/apa-itu-little-boy-fakta-sejarah-bom-atom-hiroshima/

.

Daftar Isi